Pelanggan dilarang masuk area staff
ata kaya so sibuk liat liat Magicom didalam, disitu mimin kaya didalam hati "apaan sih ini orang, kan udah Mimin mau layanin nasi nya" belum sampai disitu dia masuk kedalam, menanyakan kipas, Mimin lantas bertanya kembali, "buat apa kipasnya" lalu dia jawab "buat ngipasin nasi" kan nasinya belum Mimin kasih, malah sibuk nanya kesana kesini, Mimin agak kurang nyaman dengan konsumen seperti itu, konsumen itu harus sabar, karena kita sebagai penjual pun harus melayanin dengan cepat dan sigap, kita sebagai penjual sangat mengerti permintaan konsumen.
beberapa hal seperti itu sering Mimin temui, semacam orang beli kopi, tapi masuk kedalam ruangan tidak nunggu diluar, Mimin paham ini bukan Ruangan tertutup, tapi disini kan warung sudah menyediakan tempat diluar, kursi, meja duduk yang lebar, kenapa tidak menunggu diluar dan malah masuk melihat Mimin lagi melayani, jujur agak kurang nyaman saja dengan orang seperti itu.
Baca juga: diary motor Jupiter Z
Mangkanya Mimin paham kenapa restoran besar diruangan dapur atau ruangan lain sangat dijaga dari orang umum yang tidak berkepentingan sama sekali, ini tidak hanya resiko mengganggu aktivitas, tapi sudah membuat staff lain tidak nyaman dengan kehadirannya, resiko resiko yang terjadi itu bisa makanan tumpah, kita terjatuh, karena area terbatas, dan pencurian oleh orang tak dikenal. Melayani itu ada jarak batasnya tidak seenaknya orang lain bisa masuk di ranah penjual sebagai melayani. Jadi emang baiknya kita bicara langsung, agar menunggu di luar, pasti kita samperin kok kalau ada kebutuhan yang lain, yang penting ada jarak di mana tugas sebagai pelayan, dan konsumen.
.jpg)
Posting Komentar