konsumen biang kerok

 saya hanya ingin curhat saja, pernah tidak kalian memperhatikan konsumen nakal yang akan membayar bill/ jasa kalian, anggap yang baca ini orang-orang yang mempunyai usaha jualan.

konsumen ini seperti memanfaatkan celah keteledoran pemilik warung beberapa contoh kasusnya seperti ini

ada 2 orang makan pecel lele di warung mimin, kemudian ketika hendak membayar mimin tanyakan, apakah mau dihitung semua atau tidak, konsumen menjawab "iya hitung semua" lalu ketika mimin hitung pesanan nya dia agak kaget, lah kan dia bilang hitung semua, dan pada akhirnya dia meminta membayar terpisah, karena situasi ini agak rancu, yang muncul di kasir itu hanya satu orang bukan 2 orang, jadi mimin wajar menanyakan hal ini seperti mau bayar sendiri atau semua. 

pasalnya kejadian ini pernah lolos konsumen tidak membayar, waktu itu kasusnya berdua, orang makan ditempat mimin, ketika membayar dia bilang hitung semua, tetapi dia menunjukan makanan yang dia pesan saja, tapi anehnya dia suruh hitung semua, hal seperti ini yang bikin rancu, kemudian teman sebelahnya menganggap makanan dia sudah dibayar oleh temanya padahal makanan nya belum dibayar. 

kemaren kejadian banget hampir lolos seperti kejadian diatas, anehnya konsumen ini agak error gak jelas, pertama dia bilang bill nya semua dia yang bayar, kemmudian sudah mimin hitung malah suruh satu-satu, pas temanya ngambil uang dimobil, si cowo ini bilang ketemenya kalau makanya sudah dibayar, loh mimin tersentak kaget, karena dia hanya membayar satu porsi yang dia makan saja, aneh sekali. untungnya mimin kasih penegasan ketemenya kalau makanan dia belum bayar, lantas si cowo itu terdiam.

menurut mimin, mungkin bukan hanya mimin yang mengalami hal ini, rata-rata pedagang pasti pernah mengalami, tapi saran mimin adalah harus dipertegas dari awal bayar sendiri, atau semua. hal ini agar menutup celah konsumen yang nakal 

Review buku Muhammad Prophet for our time

nabi muhammad

etelah sekian lama tidak menulis, akhirnya mimin menyempatkan menulis kembali yaitu review buku yang berjudul muhammad Prophet For Our Time karya karen armstrong.

buku ini mengisahkan perjalanan nabi muhammad menaklukan kota mekah, bukan menaklukan, lebih pantas mimin sebut mengembalikan masyarakat mekah yang tadinya jahil ke jalan yang lurus sesuai landasan agama islam. 

buku ini sangat menarik sekali jika kita penasaran perjalanan nabi muhammad dalam upaya memberikan pencerahan kepada musuh-musuhnya, bawah hidup yang indah adalah hidup yang tidak menyakiti, dan harus mengakar pada perdamaian. 

Baca Juga: review buku jaga batasan dengan set boundaries

dalam buku ini juga kita bisa melihat bagaimana nabi muhammad ditimpah berbagai permasalahan, bahkan status kenabianya di pertanyakan, tetapiu beliau berpegang teguh pada perdamaian, musyawarah, memaafkan, serta memberikan hadiah yang lebih besar kepada mantan musuhnya. 

dalam buku ini kita bisa membuka sudut pandang seluas-luasnya bahwa islam memandang perdamaian dan persaudaraan, bahwa memaafkan lebih penting dibanding berperang dan memusuhi.

pada awal buku ini kita diajak melihat kondisi kota mekah pra kenabian nabi muhammad, kemudian era awal nabi muhammad menerima wahyu dari allah, dan pengusiran kaum muslim dari mekkah, kemudian upaya kembali ke kota mekkah.

yang mimin salut dari buku ini ketika nabi muhammad ingin berhaji dengan rombonganya dari madinah ke mekkah, pihak kaum qurais kaget akan kedatangan rombongan yang sangat besar, dan mengira akan memerangi kaum qurais tetapi nabi, memberikan kelonggaran dan tidak mengintimidasi pihak musuh, malah menawarkan keamanan serta membujuk untuk masuk islam.

dari sini kita belajar bahwa sebelum perang, alangkah baiknya memberikan jalan kepada musyawarah serta tetap berendah hati, karena orang yang rendah hati akan selalu menang.

keterangan buku

judul: Muhammad Prophet For Our Time

penulis : Karen Armstrong

penerbit: Mizan

jaga batasan dengan buku Set Boundaries

set boundaries


 Okay akhirnya saya selesai membaca buku SET BOUNDARIES, yap sebenernya mimin naik turun moodnya buat baca akhir-akhir ini, tapi alhamdulilah akhirnya bisa selesai juga, buku ini lumayan banyak sekitar 300 halaman.

Informasi buku

Judul Buku: Set Boundaries

Penulis       : nedra glover tawwab

Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Hal              : 1-300

Kalian percaya gak sih kalau hidup itu emang perlu batasan? Bukan hanya batasan dalam lingkungan luar seperti teman atau saudara, tapi juga dalam lingkup keluarga, kalian pernah merasa cape membuat orang senang? Ya itu salah satu akibat karena kalian tidak menerapkan batasan. Melalui buku yang berjudul Set Boundaries kita belajar mengenaik mengapa kita perlu menerapkan batasan.

Ya buku ini sangat tebal dengan kurang lebih 300 halaman, yang akan terus menjawab bahwa manusia itu perlu batasan. Lalu menariknya adalah, apakah manusia wajib mempunyai batasan? Kalau dari buku ini mimin sangat bisa mengatakan adalah wajib, karena jika tidak punya batasan akan membuat kita lelah batin dan mental pada akhirnya hidup tidak akan bahagia

Satu hal menarik yang ada di buku ini adalah, keputusan selalu berbuah konsekuensi negatif dan positif, jika kita ingin membuat batasan kita akan mendapat respon yang negative, tentu ini hal yang wajar. Ingat kita tidak bisa membuat semua orang senang di dunia ini, membuat batasan adalah salah satu solusi menjaga keterhubungan dengan siapapun menjadi sehat.

Buku ini juga sangat komprehensif dalam menyikapi bagaimana kita membuat batasan, dari cara batasan pasif, batasan yang aktif, dan cerita-cerita lika-liku orang-orang yang bermasalah tentang keterhubungan dengan orang lain. Mimin belajar dalam buku Set Boundaries ini bahwa hidup harus di ukur kadarnya, karena jika tidak, kita ada diposisi yang melelahkan.

Tetapi sebelum mengenal batasan, alangkah baiknya kita disipilin dengan batasan diri sendiri, membuat batasan diri sendiri adalah hal yang wajib dilakukan sebelum membuat ikatan batasan dengan orang lain, misalnya jangan begadang setiap hari, jujur kepada hati sendiri mengenai sikap kepada orang lain, adalah contoh batasan untuk diri sendiri, jangan sampai pas kita membatasi sikap seseorang kepada kita, tetapi kita melanggar batas tersebut.

Pembatasan juga bisa dilakukan di lingkup keluarga, saudara. Hal ini kembali lagi agar suasana hati bisa jujur dan tenang, jadi kita tidak harus memuaskan perasaan orang lain terus, selain itu dalam buku set boundaries ini, ada juga cara membatasi dilingkungan kerja, menurut mimin, buku ini sangat lengkap sekali.

Jadi kata mimin itu buku ini sangat lengkap mengutarakan tentang batasan, semua batasan ada dalam buku ini, jadi kesimpulanya, buku ini memberikan alesan kenapa kita harus memberi batasan kepada orang lain, yang tak lain agar membuat hidup kita teratur dan nyaman.

tantangan jualan pecel lele online

tantangan


Kembali lagi dengan saya harik penjual pecel lele sambel dadakan, saya jualan pecel lele tidak hanya mengandalkan konsumen offline, tapi juga online, seperti grabfood, dan gofood, tetapi berjualan online itu tidak serta merta memudahkan kita dalam berdagang kok, justru ada tantangan yang harus diwaspadai, apa saja tantangan jualan pecel lele online

1.      Konsumen fiktif

Ini sering terjadi kepada mimin, konsumen fiktif ini konsumen yang tidak bertanggung jawab atas apa yang dia pesan yaitu makanan, biasanya konsumen fiktif ini susah dihubungi dan tidak merespon chattingan sama sekali, biasanya mimin mengatasinya yaitu dengan konfirmasi ke driver, karena driver ojol ini yang sebenernya yang harus memastikan apakah pesanan fiktif atau tidak, tapi kadang mimin merasa sedih lagi-lagi resto yang dirugikan, entah menu sudah matang dan siap dibungkus tiba-tiba di cancel suatu kekecewaan yang mimin alamin, jadi kalian harus hati-hati ke konsumen fiktif.

2.      Konsumen tidak sabaran

Ada aja sih konsumen yang gak sabar, padahal kalau dia tau prosesnya dia juga akan diam, disini sebagai resto mimin harus fokus dan tidak lengah saat melayanin konsumen jenis ini, apalagi konsumen sudah seperti raja saja, datang makanan telat, lalu kasih rating seenaknya, yah jualan online itu kalo dirangkum harus banyak bersabarnya

3.      Ojol tidak sabaran

Bukan hanya konsumen si, kadang ojol juga mengeluh kenapa lama menunya belum jadi, biasanya faktor kendala mimin adalah, mimin memasak makanan pas drivernya sudah sampai, bukan pas pertama kali aplikasi bordering dapat orderan, hal itu mimin lakukan, karena meminimalisir konsumen yang fiktif, yang mimin bicarakan pada poin 1, kadang juga ada ojol yang mengerti kok, tidak semua ojol gak sabaran.

4.      Komisi

Itung-itungan komisi dengan penyelenggara aplikasi bikin memberatkan pihak resto, yang mimin rasaain ada pemotongan komisi 20% disetiap orderan, bukan tidak bersyukur, tetapi secara harga tidak bisa bersaing, yah coba beli offline uang 50 k masih dapet kembalian banyak, kalau beli online uang 50 ribu Cuma dapet 1 porsi doing, salah satu penyebanya komisi yang diambil sangat besar.

Jadi itu tantangan lika-lku pengusaha pecel lele online, terlihatnya dengan sistem online lebih fleksibel, dan nyatanya tidak seperti itu, bahkan bisa dibilang jauh lebih ribet dari sistem offline, oke kita bertemu diartikel selanjutnya.

Hati-Hati, ini yang sering di komplain konsumen pecel lele

komplain

Balik lagi dengan saya harik Galuh putra penjual pecel lele berpengalaman hehe, apa kabar kalian? Semoga selalu baik-baik saya, kalau saya dalam kondisi baik nih, pada kesempatan kali ini Mimin akan berbagi informasi hal-hal yang sering di komplain oleh konsumen kalian pada usaha pecel lele, ini berdasarkan yang saya alamin selama berjualan pecel lele, barangkali, kalian dengan menyimak artikel ini lebih waspada, dan teliti, serta rajin mengecek, peralatan dan cara penyajian di pecel lele kalian, okay, langsung saja yang pertama kalian harus berhati-hati pada

1. Piring kotor

Nah Mimin pernah mengalami piring tempat lalapan dan lauk yang kotor, ada bekas noda yang masih belum keambil waktu di cuci, kalian harus hati-hati saat mencuci piring-piring bekas makan yah, cek kembali, apa masih ada noda yang sulit hilang, kalau masih ada usahakan kalian bersihkan sampai sebersih-bersihnya, dan jangan lupa selalu mengecek tatanan piring-piring, baik di rak piring, atau di depan warung kita, seperti piring-piring kecil, biasanya keseringan di tata malah kemasukan debu dari jalanan, kalian tahu sendiri, kalau pecel lele ini tempatnya dipinggir jalan yang banyak debu, jadi haru sering di cek dan dibersihkan agar menghindari komplain dari konsumen.
2. Tempat kotor

Nah selain itu coba periksa tempat makan, serta halaman sekitar warung kalian, apakah sudah bersih? Tempat yang kotor tidak disukai oleh konsumen, konsumen akan merasa tidak nyaman saat duduk, atau makan di warung kalian, apalagi terdapat kotoran-kotoran hewan, walaupun misalnya konsumen diam, dan hanya komplain untuk kita membersihkan, tapi makna warung kita sudah jelek Dimata konsumen tersebut, jadi usahakan sebelum buka warung, kalian harus membersihkan area sekitar warung agar terhindar dari komplain atau keluhan konsumen.
3. Cek menu

Okay selanjutnya yang tak kalah penting adalah, cek kembali jumlah menu yang dipesan konsumen, Mimin suka tidak teliti, ada barang konsumen yang tertinggal, dan ini sangat-sangat merusak reputasi warung, misal dari salah satu menu yang tertinggal ada es teh, walaupun hanya es teh, tapi Dimata konsumen itu berbeda, ada pepatah mengatakan bahwa pembeli adalah raja, Yap itu terjadi, mereka bakal berkomentar sangat negatif kalau ada barang yang dipesan tidak sesuai pesanan, nah perhatikan satu persatu saat bungkusan dimasukan plastik yah.

Baca Juga: Tips Berdagang Pecel lele yang Sehat

4. Salah memberikan antrian

Nah ini yang bikin konsumen marah, dan kemungkinan gak bakal balik ke warung kita, salah memberikan antrian adalah faktor yang krusial, misal begini, diwarung kalian ada 5 konsumen, anggap A,B,C,D,E. A memesan terlebih dahulu, kemudian datang 5 menit kemudian B dan C, kemudian 3 menit berikutnya datang D, dan E berhubung, A sudah memesan pertama dan terbilang cukup banyak, tapi malah kita melayani B dan C, yang jumlah yang dipesan sedikit, Justru A akan marah dan komplen, ini bukan masalah kita tidak sabar, ini masalah antrian yang harus tertib dan teratur, usahakan kita melayanin pada urutan antrian siapa yang memesan pertama kali, jadi tidak mengecewakan konsumen.
5. Menagih ulang

Ini hal yang terbilang sepele, tapi membuat konsumen merasa malu, dan cenderung menganggap kita tidak profesional, ini kejadian dialami sama tetangga warung Mimin, dia menagih, tapi jumlah yang dibayarkan salah oleh konsumen, kemudian dia baru sadar, pas konsumen sudah pergi, lalu keesokan harinya dia menagih kembali, habis itu konsumen itu pun pergi ke warung sebelahnya, yah bukan hanya bikin malu konsumen, ini seringkali dimanfaatkan oleh konsumen karena keteledoran kita, jadi ibarat nya dia punya celah dari kelalaian kita, usahakan menagih bill itu tepat sesuai harga yang dia pesan, dan kemudian cek kembali uang yang dibayarkan, sapa tau kurang atau kelebihan, menurut Mimin ini biar fair di kedua sisi, dan tidak ada yang dipermasalahkan di kemudian hari.

Okay sekian saya informasi mengenai komplain konsumen, dari beberapa hal diatas, semoga kalian bisa memetik pelajaran dari pengalaman Mimin yah, dan semoga tidak terjadi keteledoran apapun ketika kalian membuka usaha, okay kita bertemu di artikel selanjutnya