Tips bertahan berjualan online di gofood

Gofood


Jualan online itu banyak cerita tersendiri, mungkin selain saya banyak pengalaman pedagang di luar sana yang susah senang pas jualan online terutama di gofood, dari mulai kadang-kadang di PHP-in driver, harus selalu standby mengikuti terus aplikasi, hingga kadang Nemu driver yang gak asik, kadang juga ada konsumen yang bikin kesel, rasanya berjualan di aplikasi makanan online itu benar-benar memberikan konsumen sebagai raja. 

Tetapi kadang ada kalanya pesanan membeludak online dan offline, disini kadang kita memasak lebih lama, konsumen menunggu lebih lama, hasilnya konsumen memberi nilai yang rendah di resto kita. Mungkin banyak pedagang juga sama yang mengeluh, kenapa hanya misal kekurangannya sedikit, tapi konsumen sadis benar dalam memberi rating ya begitu deh, konsumen itu raja. Salah saja sedikit bisa jelek di mata mereka, tetapi yang lebih sebal mereka gak tahu proses yang di alamin didapur kita sebagai pedagang, ya emang si siapa yang gak mau serba cepat, saya pun sebagai penjual ingin cepat dan selesai

Baca juga: dagang sepi itu ujian

Rasanya kalau dipikir-pikir berjualan online itu dari segi harga kurang dapet, karena emang terlalu mahal, sebenernya harga yang di dapat resto pun sama untuk offline, tapi yang bikin mahal adalah biaya aplikator, bisa plus 20% dari harga normal, mau gak mau ya kita harus nge-up harga biar gak boncos. 

Dalam situasi ekonomi yang sekarang si sangat miris sekali perkembangan aplikasi berjualan makanan online, phk dimana-mana, orang pun mikir mesen online yang harus mengeluarkan biaya ekstra, tapi katanya pemerintah indonesia mau menurunkan potongan sebesar 8%, semoga terealisasi saja ya. Ekonomi yang tidak disebutkan ini menjadi tolak ukur daya beli masyarakat juga, saya merasakan juga berjualan online tidak seperti tahun dulu yah yang lumayan ada hasilnya. Tapi ya manusia harus bersyukur aja apalagi bisa bertahan kan.

Kalau berat yah pasti berat, badan berat, hati berat berjalan di era sekarang, apalagi bagi orang yang punya tunggakan, pasti pusing tujuh keliling deh, kalau di bilang harus konsistensi ya pasti itu perlu wajib, ibaratnya dalam hati berasa berat banget ngejalanin hari, tapi harus dipaksa mau gak mau, suka gak suka, dalam keadaan kepala pusing harus tetap berjualan. Beginilah kaum kelas bawah, selalu terhimpit. Tapi kadang ya dikasih kesehatan, keseharian lancar, tidak ada musibah adalah hal yang harus banget di syukurin, karena landasan dan yayasan kita yah bersyukur, sombong juga, bisa sombong apa kan hehehe









0 comments:

Post a Comment